3 Cerita Horor yang Berdasarkan dari Kisah Nyata
By: Date: Categories: Serba-Serbi

Tanpa kita sadari atau tidak, sebenarnya ada makhluk lain tak kasat mata yang hidup di antara kita. Normalnya mereka tidak terlihat, namun beberapa orang yang memiliki kemampuan khusus biasanya dapat melihat wujud asli makhluk tersebut.

Beberapa kejadian horor pun kerap terjadi di sekitar kita, hingga akhirnya banyak orang yang meyakini bahwa hal-hal mistis bisa terjadi kapan saja di sekeliling kita. Cerita-cerita horor tidak hanya khayalan atau karangan manusia semata, tapi ada juga yang memang berangkat dari kisah nyata.

Dirangkum Indozone dari berbagai sumber, Senin (2/9), berikut ini 3 cerita horor nyata yang menyeramkan dan bikin kamu merinding:

1. Kamar Kosong di Rumah Sakit

Diceritakan, tiga orang perawat sedang bertugas shift malam di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ketiga orang ini secara bergantian mengurus kebutuhan dari satu pasien ke pasien lainnya. Di salah satu lantai rumah sakit, ada sebuah kamar kosong yang menjadi gudang sementara.

Ketiga perawat yang berjaga pun diberi pesan untuk selalu menutup pintu kamar kosong itu jika tidak ada keperluan, terutama saat malam hari.

Saat itu, pasien di salah satu kamar menekan tombol bantuan. Salah satu perawat bergegas menuju kamar tersebut sambil mengecek jam di tangannya. Ketika berjalan menuju kamar pasien yang membutuhkannya, dia melewati kamar kosong itu. Dia melihat pintunya tidak tertutup dan lampunya menyala.

Di dalam ruangan itu, ada sebuah kursi yang menghadap ke jendela di ujung ruangan. Awalnya, dia berpikir kalau cleaning service lupa menutup kamar itu. Dia pun menuju kamar pasien dan ternyata infus pasien sudah hampir habis. 

Ia kemudian pergi mengambil infus di ruang obat dekat ruang perawat. Otomatis, dia harus melewati kamar kosong itu. Namun anehnya, posisi kursi yang semula ia lihat tadi sudah berubah. Posisinya kini menghadap ke celah pintu.

Dia pun hanya lewat saja dan mengambil infus di ruangan obat. Setelah itu, dia bergegas kembali ke ruang pasien dan melewati kamar kosong itu. Namun, posisi kursi saat itu sudah di tengah ruangan. Tapi, perawat itu tetap menghiraukannya.

Setelah memasang infus baru si pasien, perawat tersebut pun melewati kamar kosong itu lagi. Sontak dia langsung kaget, lemas, dan menangis. Posisi kursi itu sudah berada di depan celah pintu dan dia melihat ada sesosok makhluk duduk di situ.

2. Ikut Salat

Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, gadis itu pun terbangun setelah sempat tertidur sejak pulang sore tadi dari kampus. Ia terbangun karena ingat kalau dia belum salat Isya, bahkan tak sengaja melewatkan salat Maghrib. 

Dengan memaksakan diri, dia pun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Letak kamar mandi berada di ujung lorong asrama mahasiswa yang ia tempati. Setelah berwudhu, dia pun mengenakan mukena dan menggelar sajadah di kamarnya.

Dia kemudian mengambil posisi berdiri, mengucapkan takbir dan memulai salat. Awalnya tidak ada hal aneh saat salat, namun ketika duduk di antara dua sujud di rakaat ketiga, dia mendengar suara doa dalam salat. Suara itu terdengar berasal dari belakangnya, seperti makmum.

Sempat terpikir, mungkin saja itu adalah suara Ila, penghuni kamar depan kamarnya yang sering masuk tiba-tiba. Untuk memastikan perasaannya itu, dia mengintip makmum itu saat sujud. Dilihatnya ada kain putih seperti ada seseorang yang sujud juga di belakangnya.

Saat salam, dia terkejut karena tidak ada siapa-siapa di belakangnya. Merasa ada yang tak beres, dia keluar dan mengetuk kamar Ila. Namun, tidak ada jawaban dari dalam kamar. Dia pun baru teringat kalau Ila baru saja pulang kampung hari ini.

Dia kemudian menghubungi Tamara, tetangga kamar sebelahniya. Nyatanya, Tamara sudah balik ke Pontianak sore itu. Usai menelepon Tamara, gadis itu merasa ada seseorang yang duduk di belakangnya. Perasaannya semakin tak karuan, merinding, namun dia hanya bisa membaca kalimat doa sambil memejamkan mata.

3. Sopan

Cerita ini berangkat dari pengalaman seorang remaja yang berasal dari keluarga penganut paham Kejawen. Sejak kecil, dia sudah terbiasa melihat hal-hal gaib di sekitarnya. Mawar dan Dewi adalah dua sahabatnya sedari SMA.

Suatu sore jelang Maghrib, mereka bertiga hendak pulang usai mengikuti kegiatan tambahan. Mereka pun melewati dua jalur sebelum tiba di gerbang depan. Jalur singkat yang memotong itu harus melewati gang sempit atau jalur panjang yang mengitari lapangan sepak bola sekolah mereka.

Remaja itu pun sering melihat ada sesosok makhluk di gang sempit itu. Dia pun memperingatkan kedua temannya untuk tidak lewat jalur itu supaya ‘tidak mengganggu’. Dewi langsung paham, namun Mawar tetap keukeuh lewat jalan itu, bahkan sambil bernyanyi. Mereka pun akhirnya bertemu di gerbang sekolah.

Mawar sengaja melakukan itu, hanya untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan dua temannya itu tidak benar. Tapi keesokan paginya, Mawar tiba-tiba muncul di depan rumah gadis remaja itu sambil menangis terisak-isak. Rupanya, Mawar diikuti oleh seorang wanita, pria, anak kecil, dan nenek-nenek. Mereka semua adalah makhluk gaib yang selepas pulang sekolah kemarin mengikuti Mawar.

Gadis itu pun membawa Mawar kepada pamannya yang seorang paranormal untuk ditolong. Setelah dilihat, paranormal itu mengatakan bahwa makhluk-makhluk yang mengikuti Mawar tidak berniat jahat, justru mereka ingin mengajarinya supaya lebih sopan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *